Matahari Kehilangan Cahaya

Oleh Denny Prabawa



sejak matahari kehilangan cahaya
orangorang berebut cahaya: deretan lampu
lampu serupa kunangkunang warna warni menari
di sepanjang malam yang tak berujung pagi

mereka mengira bisa membeli pagi
dengan cahaya palsu dari lampulampu itu
bahkan kokok ayam tak mampu
mengembalikan cahaya matahari

daundaun kalender berguguran
lampulampu mulai kehilangan cahaya palsunya
ayamayam kehilangan kokok, bungkam
pagi tak juga kunjung lahir dari rahim malam

sejak matahari kehilangan cahaya
orangorang berebut sajadah: bergerimit doa
di corongcorong rumah ibadah
berburu cahaya di tiap kening menyentuh
tikar sajadah

mereka mengira bisa membeli pagi
dengan doadoa palsu yang keluar dari
mulutmulut penuh tipu dan air mata imitasi
dari botol kemasan obat tetes kadaluarsa

daundaun kalender berguguran
mulutmulut penuh tipu kelelahan mengucap doadoa
dan botol kemasan obat tetes kadaluarsa kehabisan
air mata imitasi. pagi tak juga hadir membagi cahaya

di dalam gua tujuh pemuda baru terjaga
setelah ribuan kalender berguguran. di muka gua
mereka tercekat. ujung matanya baru saja
menangkap cahaya di cakrawala, tempat matahari
biasa mengakhiri kembara hari

Rumah Cahaya Depok, 17 November 2006
Share on Google Plus

About Unknown

Penulis, penyunting, penata letak, pedagang pakaian, dokumentator karya FLP, dan sederet identitas lain bisa dilekatkan kepadanya. Pernah bekerja sebagai Asisten Manajer Buku Sastra di Balai Pustaka. Pernah belajar di jurusan sastra Indonesia Unpak. Denny bisa dihubungi di e-mail sastradenny@gmail.com.

0 ulasan:

Catat Ulasan

Tinggalkan jejak sobat di sini