5 Kelakuan Keren Chairil Anwar yang Wajib Kamu Tiru



Kami sudah pernah bahas Chairil Anwar Punya 4 Kebiasaan yang Tidak Patut Kamu Tiru. Sekarang saatnya mengungkap kelakuan-kelakuan dari penulis puisi pelopor Angkatan 45 itu yang bakal membuatmu jadi keren kalau menirunya. Simak baik-baik, ya, biar kamu ketularan keren seperti Chairil Anwar!

Sang Pelahap Buku yang Keren


Asrul Sani bertemu Chairil Anwar pertama kali di sebuah toko buku. Saat itu, ia melihatnya mata Chairil sangat merah. Ia menduga Chairil seorang pelahap buku. Benar saja, saat ia menegurnya, Chairil menjawab, “Kau suka baca juga, ya? Kau suka sajak? Mana sajakmu?” Asrul Sani memberikan sajaknya dan sejak itu mereka bersahabat.

Soal mata Chairil Anwar yang merah karena suka melahap buku ini bukan hanya disampaikan oleh Asrul Sani saja, melainkan juga oleh Sri Ayati. Pujaan hati Chairil yang jadi inspirasinya saat menulis puisi “Senja di Pelabuhan Kecil” dan “Hampa” itu mengungkapkan sosok Chairil, “Rambutnya acak-acakan. Matanya merah, karena kurang tidur. Di tangan kiri dan kanannya penuh buku-buku. Memang Chairil dikenal sebagai kutu buku.”

Chairil Anwar sangat beruntung karena pamannya, mantan Perdana Menteri Republik Indonesia Sutan Syahrir, punya banyak buku termasuk buku-buku sastra mutakhir. Dari buku-buku milik pamannya itulah, Chairil berkenalan dengan sastrawan dunia, seperti Slauerhorff, Marsman, Teer Brak, dan lain-lain. Selain buku-buku sastra, Chairil juga suka baca buku tentang kesenian, seperti seni lukis.

Kebiasaannya melahap buku membuat pengetahuannya tentang sastra dunia jadi luas. Kalau kamu mau sekeren Chairil Anwar, kamu wajib meniru kelakuan Chairil yang keren ini: baca buku!

Seorang Anak Keren yang Menyayangi Ibunya


Chairil Anwar sayang sekali dengan ibunya. Meski usianya sudah dua puluhan tahun, ia sering bersikap seperti anak manja kepada ibunya. Suatu hari, ia dan Asrul Sani datang ke sebuah pesta yang diadakan oleh temannya tanpa diundang. Temannya itu tidak senang dengan kehadiran mereka. Chairil dan Asrul pergi dari tempat itu setelah mereka mengambil sebatang cerutu besar. Ibunya suka sekali cerutu dan ia ingin mengantarkan cerutu itu kepada ibunya sebagai hadiah.

Waktu ayahnya menikah lagi, ibunya memutuskan untuk meninggalkan ayahnya ke Jakarta dan memilih hidup susah. Chairil Anwar yang menyayangi ibunya itu menyusul ibunya ke Jakarta. Ayahnya membujuk Chairil untuk kembali ke Medan dan tinggal bersama bapaknya. Namun, Chairil menolak. Asrul Sani mengatakan, puisi “Aku” karya Chairil yang terkenal itu adalah penolakan Chairil terhadap bujukan bapaknya itu.

Nah, kalau kamu pengin ketularan kerennya Chairil Anwar, kamu wajib tiru, nih, kelakuan Chairil yang sayang kepada ibunya.

Seorang Pengingat Keren yang Ingatannya Seperti Karet Busa


Kalau karet busa dicelupkan dalam air, apa yang terjadi? Karet busa akan menyerap air dengan cepat. Begitulah ingatan Chairil Anwar. Ia cepat sekali menyerap puisi-puisi yang dibacanya. Hanya perlu beberapa menit saja membaca, ia langsung hafal puisi-puisi yang dibacanya. Jadi, jangan heran kalau dalam puisi-puisinya bisa ditemukan unsur-unsur puisi penyair lain. Asrul Sani mengatakan, “Sebab dia ibarat kutu buku yang kena racun.”

Wah, kalau kamu bisa mengusai banyak bahasa, dijamin kamu bakal sekeren Chairil Anwar, deh!

Poliglot Keren yang Cuma Lulusan SMP


Chairil Anwar hanya menempuh pendidikan sampai bangku MULO atau sekolah menengah pertama di zaman Belanda. Meski begitu, ia mampu menguasai bahasa Belanda, bahasa Inggris, dan bahasa Jerman secara aktif. Kegemaran Chairil membaca karya-karya sastra dunia membuat dirinya semakin mahir menggunakan ketiga bahasa itu. Kemahirannya itu yang di kemudian hari mengantarkanya menjadi penerjemah karya-karya sastrawan dunia karya Andre Gide, John Steinbeck, Ernest Hemingway, Hendrik Marsman, dan masih banyak lagi.

Penggemar Olahraga Keren yang Pantang Menyerah dan Tidak Mau Kalah


Waktu masih tinggal di Medan, H.B. Jassin sering melihat Chairil Anwar main pingpong dan badminton. Saat main pingpong atau badminton, Chairil selalu berteriak-teriak dan bersorak-sorak. Dalam setiap permainan, dia selalu ingin menang dan harus dia yang keluar jadi pemenangnya. Setelah dia dipukul Jassin pun, teman-temannya sering melihat Chairil berlatih angkat besi di Taman Siswa. Katanya, “Gue pukul si Jassin itu!” Namun, saat Chairil bertemu dengan Jassin, ia tidak terlihat marah.

Kelakuan Chairil Anwar yang pantang menyerah dan tidak mau kalah ini wajib kamu tiru kalau kamu mau sekeren dia.

Sekarang kamu tahu, kan, rahasia yang membuat Chairil Anwar jadi keren? Coba, ya!

Biar makin keren, kamu bia baca 7 Fakta Chairil Anwar si Binatang Jalang.

*pernah dimuat di spoila.net
Share on Google Plus

About Denny Prabowo

Penulis, penyunting, penata letak, pedagang pakaian, dokumentator karya FLP, dan sederet identitas lain bisa dilekatkan kepadanya. Pernah bekerja sebagai Asisten Manajer Buku Sastra di Balai Pustaka. Pernah belajar di jurusan sastra Indonesia Unpak. Denny bisa dihubungi di e-mail sastradenny@gmail.com.

0 ulasan:

Catat Ulasan

Tinggalkan jejak sobat di sini