[Traveling] Mendaki dengan Grand New Avanza ke Curug Cipendok



Grand New Avanza itu melewati motor bebek di depannya. Anak lelaki yang duduk di bagian depan menunjuk ke arah mobil itu. “Ayah, aku mau mobil itu!” kata anak lelaki bernama Tebing Cakrawala itu. Adiknya yang duduk di tengah antara ayah dan bundanya ikut berteriak, “Rayya juga mau!”
“Ayo kita minta sama Allah,” kata Bunda mengajak kedua anaknya itu berdoa. Tebing dan Rayya turut berdoa.
Grand New Veloz merah metalik melintasi mereka. “Kalau mobil untuk keluarga stylish itu bagaimana?” tanyaku kepada Tebing dan Rayya.
“Mau! Mau! Mau!” sahut kedua anak itu.
“Amin,” ucap Bunda.
“Nanti kita ke rumah Eyang Singgih di Jawa naik itu, Yah,” kata Tebing sambil mengingat-ingat pengalaman mereka ke Purwokerto naik Avanza bersama sepupunya, Zavira dan Zahira.
***
Hari Raya Idul Fitri. Kami silaturahmi ke rumah Eyang Arif  yang ada di  Jakarta. Sekembali dari sana, Wanda, adik saya, dan keluarganya akan mudik ke Slawi, rumah keluarga suaminya. Mama diajak serta. Rencanya, mereka akan mengunjungi kakak Mama yang ada di Purwokerto, Eyang Singgih. Lebaran hari itu, kami sekeluarga terancam kesepian di Depok karena keluarga terdekat akan pergi ke Jawa.
Selepas Magrib, Wanda melongokkan kepalanya ke rumah kami yang ada di sebelah rumah Mama. “Mas, mau ikut ke Purwokerto?” tawarnya. “Adiknya Sanoko tidak jadi ikut. Jadi, ada bangku kosong kalau Mas Denny mau ikut.”
Setelah berunding dengan istri, kami segera menyiapkan pakaian yang hendak kami bawa. Yeah, sebuah perjalanan tanpa rencana dengan Avanza milik kantor Sanoko.
Selepas Isya, kami Avanza hitam yang kami tumpangi meninggalkan rumah kami. Saya, Tebing, Rayya, dan Bunda duduk di bangku tengah, sementara mama saya dan Zavira, keponakan saya duduk di belakang.
Mobil memasuki gerbang tol Cijago, merayap di antara kendaraan-kendaraan lain yang juga hendak mudik ke kampung halaman. Tujuan pertama: Slawi, Jawa Tengah, rumah keluarga Sanoko.
Perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan. Barangkali, banyak yang berpikir, berpergian ke kampung halaman di hari pertama lebaran cukup lengang. Akibatnya, kemacetan tidak dapat dihindari. Untungnya, desain interior Avanza cukup nyaman. Kursi tengah dan belakang bisa disesuaikan dengan posisi yang nyaman untuk tidur. Alhamdulillah, setelah melakukan perjalanan selama kurang lebih 12 jam, kami tiba di Slawi pagi hari.
Siang harinya, kami melanjutkan perjalanan ke Purwokerto, ke  rumah Eyang Singgih yang berada di kaki Gunung Slamet. Lagi-lagi, kami harus bertemu kemacetan lagi. Malam hari, kami baru tiba di Cilongok, Purwokerto. Rasanya, tak sabar ingin hari segera berganti pagi. 
Setelah beristirahat semalaman, kami bersiap untuk “mendaki” dengan Avanza ke curug Cipendok yang tidak berapa jauh dari rumah Eyang Singgih. Anak-anak begitu senang saat mendengar rencana berenang di air terjun yang terkenal di Purwokerto itu.
Di perjalanan, sebuah bus yang tidak  mampu “mendaki” karena tanjakan curam melitang di tengah jalan. Avanza kami tepat berada di belakang mobil itu. Bus itu berusaha untuk menanjak kembali, tetapi gagal. Bus itu malah mundur ke belakang, menngarah ke Avanza yang kami naiki.
“Mundur, Om!” Dengan sigap, Om Sanoko, adik ipar saya, segera menjauhi bus yang mundur itu.
“Kita putar saja,” usul Wanda, adik saya. “Lewat jalan lain.”
Jalanan yang tidak terlalu lebar dan tingkat kemiringan yang lebih dari 45 derajat membuat Sanoko harus berhati-hati. Salah perhitungan sedikit saja, mobil kami akan meluncur ke jurang atau bahkan terbalik dan terguling di turunan curam.
Alhamdulillah, Avanza, MPV terbaik Indonesia itu, bisa diandalkan bahkan untuk medan menanjak dengan kemiringan lebih dari 45 derajat. Setelah berhasil memutar mobil, kami mencari jalur lain. Meski lebih jauh, jalur itu relative landai. Namun ada satu masalah, kami belum pernah melewati jalur itu. Akibatnya, kamu harus tersasar-sasar sebelum berhasil menemukan jalur yang tepat.

Rupanya, jalur itu melintasi bagian teratas tanjakan curam yang kami lalui tadi. Dari atas, tampak bus itu masih berusaha untuk mendaki tanjakan curam tersebut. Akhirnya, kami tiba di curug Cipendok, curug yang berada di lereng Gunung Slamet. Air yang terjun dari ketinggian 92 meter itu menciprat saat jatuh ke kolam di bawahnya, membuat tubuh kami basah. Perjalanan yang akan selalu terekam dalam kepala Tebing dan Rayya.
***
Aku mengentikan motor bebek di depan warung bakso di depan Cibinong Mall, persis di samping Avanza hijau. “Aku suka yang warna hijau, Yah!” kata Tebing sambil menunjuk Grand New Avanza hijau yang parkir di samping motor kami.
Saya hanya bisa menjawab dengan senyum sambil diam-diam berdoa, semoga lebaran-lebaran yang akan datang bisa mengunjungi Eyang Singgih dengan Grand New Avanza milik sendiri dan mendaki dengan Grand New Avanza atau Grand New Veloz ke curug Cipendok. Amin.
Share on Google Plus

About Denny Prabowo

Penulis, penyunting, penata letak, pedagang pakaian, dokumentator karya FLP, dan sederet identitas lain bisa dilekatkan kepadanya. Pernah bekerja sebagai Asisten Manajer Buku Sastra di Balai Pustaka. Pernah belajar di jurusan sastra Indonesia Unpak. Denny bisa dihubungi di e-mail sastradenny@gmail.com.

3 ulasan:

  1. Perjalanan yang mengasyikkan Mas :)

    BalasPadam
    Balasan
    1. yoi, Bai Ruindra. ikutan lombanya kah?

      Padam
  2. Asyik juga kayaknya,,, mau ikutan tapi jauuuuhh

    BalasPadam

Tinggalkan jejak sobat di sini